Tuesday, October 22, 2019

Teori Pemerolehan Bahasa

Sumber Gambar : http://infobindousd.blogspot.com
Ada beberapa teori tentang pemerolehan bahasa manusia. Mazhab teori pemerolehan bahasa tersebut dapat diuraiakn sebagai berikut.
a.       Nativistis
Tokoh mazhab ini adalah Noam Chomsky. Pandangan nativistis tidak menganggap penting pengaruh dari lingkungan sekitar terhadap perkembangan bahasa. Selama belajar bahasa (pertama), sedikit demi sedikit manusia telah membuka kemampuan berbahasanya yang secara genetis telah ada dalam dirinya. Bahasa yang terlalu kompleks tidak mungkin diperoleh dan dipelajari secara singkat dengan metode peniruan, pasti secara alamiah sistem bahasa telah ada pada manusia. Menurut Chomsky, anak sudah dibekali secara alamiah yang disebut “piranti penguasaan bahasa”(Language Acquision Device). Alat yang merupakan pemberian biologis yang sudah diprogram untuk merinci butir-butir dari suatu bahasa. LAD dianggap sebagai suatu bagian fisiologis dari otak yang dikhususkan untuk memproses bahasa dan tidak berkaitan dengan kemampuan kognitif yang lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa secara genetis tidak dipengaruhi oleh faktor apa pun dari luar diri manusia.
b.      Behavioristis
Tokoh mazhab ini adalah B.F. Skinner. Pandangan behavioristis menekankan bahwa proses penguasaan bahasa (pertama) dikendalikan dari luar, yaitu rangsangan yang berasal dari lingkungan. Kaum behavioris lebih suka menggunakan istilah perilaku verbal untuk menyebut istilah bahasa. Alasannya karena bahasa itu lebih tepat dimaknai sebagai suatu maujud, sesuatu yang dimiliki atau digunakan dan bukan sesuatu yang dilakukan. Kemampuan berbicara dan memahami bahasa diperoleh melalui rangsangan dari lingkungannya. Anak dianggap sebagai penerima pasif dari tekanan lingkungannya. Anak tidak memiliki peranan yang aktif di dalam proses perkembangan bahasa. Selain itu kematangan anak juga bukan sesuatu yang menentukan proses perkembangan bahasa. Proses perkembangan bahasa yang paling utama ditentukan oleh lamanya latihan yang diperoleh dari lingkungan.
c.       Kognitif
Tokoh mazhab ini adalah Jean Piaget. Pandangan Piaget yang paling penting adalah bahasa bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu diantara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Menurutnya bahasa distrukturkan oleh otak, perkembangan bahasa berlandaskan pada perubahan yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi.  Piaget menegaskan bahwa struktur kompleks dari bahasa bukanlah sesuatu yang diberikan oleh alam dan bukan pula sesuatu yang dipelajari dari lingkungan. Struktur ini timbul sebagai akibat dari interaksi yang terus menerus antara tingkat fungsi kognitif si anak dan lingkungan. Jadi, menurut pandangan ini diasumsikan bahwa perkembangan kognitif harus tercapai terlebih dahulu, baru sesudah itu pengetahuan itu dapat keluar dalam wujud keterampilan berbahasa.
           
Menurut saya mazhab yang paling sesuai adalah mazhab dari Piaget, yaitu kognitif. Bahasa dimiliki oleh seseorang tidak bisa hanya berdasarkan keturunan semata karena anak yang baru saja lahir dan terus dibuang ke hutan tanpa ada komunikasi dengan manusia lain, dia tidak akan pernah bisa menguasai bahasa manusia.  Lingkungan juga mempengaruhi kemampuan berbahasa, namun harus disertai dengan kematangan fungsi otak dan alat-alat produksi bahasa agar manusia bisa berbahasa dengan baik.

Semarang, 23 Oktober 2019
Sholihul Hadi

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...