![]() |
| Sumber Gambar : http://infobindousd.blogspot.com |
Ada beberapa teori tentang pemerolehan bahasa manusia. Mazhab teori pemerolehan bahasa tersebut dapat diuraiakn sebagai berikut.
a.
Nativistis
Tokoh mazhab ini adalah Noam Chomsky. Pandangan nativistis tidak menganggap
penting pengaruh dari lingkungan sekitar terhadap perkembangan bahasa. Selama
belajar bahasa (pertama), sedikit demi sedikit manusia telah membuka kemampuan
berbahasanya yang secara genetis telah ada dalam dirinya. Bahasa yang terlalu
kompleks tidak mungkin diperoleh dan dipelajari secara singkat dengan metode
peniruan, pasti secara alamiah sistem bahasa telah ada pada manusia. Menurut
Chomsky, anak sudah dibekali secara alamiah yang disebut “piranti penguasaan
bahasa”(Language Acquision Device).
Alat yang merupakan pemberian biologis yang sudah diprogram untuk merinci
butir-butir dari suatu bahasa. LAD dianggap sebagai suatu bagian fisiologis
dari otak yang dikhususkan untuk memproses bahasa dan tidak berkaitan dengan
kemampuan kognitif yang lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa
secara genetis tidak dipengaruhi oleh faktor apa pun dari luar diri manusia.
b.
Behavioristis
Tokoh
mazhab ini adalah B.F. Skinner. Pandangan behavioristis menekankan bahwa proses
penguasaan bahasa (pertama) dikendalikan dari luar, yaitu rangsangan yang
berasal dari lingkungan. Kaum behavioris lebih suka menggunakan istilah
perilaku verbal untuk menyebut istilah bahasa. Alasannya karena bahasa itu
lebih tepat dimaknai sebagai suatu maujud, sesuatu yang dimiliki atau digunakan
dan bukan sesuatu yang dilakukan. Kemampuan berbicara dan memahami bahasa diperoleh
melalui rangsangan dari lingkungannya. Anak dianggap sebagai penerima pasif
dari tekanan lingkungannya. Anak tidak memiliki peranan yang aktif di dalam
proses perkembangan bahasa. Selain itu kematangan anak juga bukan sesuatu yang
menentukan proses perkembangan bahasa. Proses perkembangan bahasa yang paling
utama ditentukan oleh lamanya latihan yang diperoleh dari lingkungan.
c.
Kognitif
Tokoh
mazhab ini adalah Jean Piaget. Pandangan Piaget yang paling penting adalah
bahasa bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu diantara
beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Menurutnya bahasa
distrukturkan oleh otak, perkembangan bahasa berlandaskan pada perubahan yang
lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi. Piaget menegaskan bahwa struktur kompleks dari
bahasa bukanlah sesuatu yang diberikan oleh alam dan bukan pula sesuatu yang
dipelajari dari lingkungan. Struktur ini timbul sebagai akibat dari interaksi
yang terus menerus antara tingkat fungsi kognitif si anak dan lingkungan. Jadi,
menurut pandangan ini diasumsikan bahwa perkembangan kognitif harus tercapai
terlebih dahulu, baru sesudah itu pengetahuan itu dapat keluar dalam wujud
keterampilan berbahasa.
Menurut saya mazhab yang paling sesuai adalah
mazhab dari Piaget, yaitu kognitif. Bahasa dimiliki oleh seseorang tidak bisa hanya berdasarkan
keturunan semata karena anak yang baru saja lahir dan terus dibuang ke hutan
tanpa ada komunikasi dengan manusia lain, dia tidak akan pernah bisa menguasai
bahasa manusia. Lingkungan juga mempengaruhi kemampuan berbahasa, namun harus disertai
dengan kematangan fungsi otak dan alat-alat produksi bahasa agar manusia bisa
berbahasa dengan baik.
Semarang, 23 Oktober 2019
Sholihul Hadi

No comments:
Post a Comment