Serat Satriatama
Tragedi nasional, Gerakan 30 September oleh Partai
Komunis Indonesia, menyulut kemarahan rakyat Indonesia atas pengkhianatan dan
kebiadabannya terhadap ibu pertiwi. Tidak terkecuali masyarakat Kota Semarang
yang turut terusik dengan perisitiwa kelabu yang menodai sejarah panjang bangsa
Indonesia. Murka warga Kota Semarang menjelma menjadi gelombang besar yang
menyerang balik semua hal yang berbau komunis dan berhubungan dengan PKI,
termasuk gedung sekolah “Inhwa” milik perkumpulan “Yu Yung Kong Hue” yang luluh
lantak dibakar massa.
Di atas puing-puing sisa kemarahan rakyat, di tengah
kesunyian dan gelap, Soetarto muda tergerak bangkitkan sekolah Semarang yang
hancur lebur dibakar massa demi pendidikan dan masa depan anak bangsa.
Pada 30 April 1967, Yayasan Sekolah Semarang
membubarkan diri. Sehari setelahnya, para kepala sekolah saat itu, Soesman,
Suharjo Sukisno, dan Oetojo, B.Sc. menetapkan perubahan nama “Sekolah Semarang”
menjadi “Sekolah Kesatrian” dengan harapan sekolah ini dapat melahirkan satria
harapan bangsa, tepatnya pada tanggal 2 Mei 1967. Lahirlah sekolah “Kesatrian”
untuk mengabdi di dunia pendidikan Indonesia.
Untuk menaungi sekolah yang sudah terbentuk, dibentuklah
Yayasan Pendidikan Kesatrian pada tanggal 20 Mei 1967 yang kemudian dikukuhkan
melalui akte notaris pada tanggal 29 Mei 1967 dengan Ketua Umum Bapak Letnan
Kolonel RW Sugiarto.
Kebangkitan sekolah Kesatian dimulai dengan membangun
kembali gedung sekolah yang telah hancur pada tanggal 2 Juni 1967. Setahun
kemudian, Yayasan Pendidikan Kesatrian membangun 4 lokal bangunan semi permanen
yang mendapatkan dukungan material penuh dari Bapak HA Soetarto Hadiwinoto.
Pada tanggal 9 Mei 1969, Akademi Publisistik
“Diponegoro” ikut menggunakan kampus Kesatrian Gajahmada sebagai tempat
aktivitas perkualiahannya.
Untuk meneguhkan penggunaan gedung di Jalan Gajahmada,
Ketua Yayasan saat itu mengajukan permohonan pengukuhan gedung Yayasan
Pendidikan Kesatrian kepada Pangdam Diponegoro pada tanggal 10 September 1974.
Kesatrian terus berkembang. Tanggal 27 April 1974,
dibangun gedung 2 lantai di sebelah selatan dan pada tahun 1980 ditambah dengan
gedung 2 lantai di sebelah barat untuk kelas, aula, dan fasilitas lainnya.
Setahun kemudian dibangun ruang untuk BK dan kantin. Tahun berikutnya dibangun
perpustakaan di lantai 2. Tahun 1983 dilakukan pengajuan status HGB atas tanah
di Jalan Gajahmada Nomor 123 untuk kampus TK, SD, SMP, dan SMA Kesatrian.
Kampus makin tumbuh besar. Untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat, Kesatrian melebarkan sayapnya di Semarang bagian barat. Tanggal 22
Agustus 1983 Yayasan Pendidikan Kesatrian membeli tanah di Jalan Pamularsih
Nomor 116 yang dilanjutkan dengan proses pembangunan pada tanggal 19 September
dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 29 Januari 1986 untuk SMA Kesatrian. Sedangkan
kampus Gajahmada digunakan untuk SD dan SMP.
Tahun 1987, Yayasan Pendidikan Kesatrian membentuk SMP
Kesatrian 2 yang melakukan pembelajaran siang hari di kampus Pamularsih,
sedangkan di kampus Gajahmada dinamakan SMP Kesatrian 1. Bersamaan itu pula, dibentuk
pula SMA Kesatrian 2 di kampus Gajahmada, sedangkan yang di Pamularsih
dinamakan SMA Kesatrian 1.
Di sela proses pembangunan, terjadi pergantian
kepemimpinan di Yayasan Pendidikan Kesatrian. Bapak HRM Soebroto ditetapkan
sebagai Ketua Umum pada tanggal 21 Februari 1984. Kemudian pada tanggal 27 Juli
1985, Bapak HA Soetarto Hadiwinoto ditetapkan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan
Kesatrian.
Yayasan Pendidikan Kesatrian terus berkembang. Pada
tanggal 6 September 1993 Yayasan membeli sebidang tanah di Jalan Pamularsih 96
yang dilanjutkan dengan proses pembangunan. Juli 1994 SMP Kesatrian 2 menempati
lokasi baru di Jalan Pamularsih 96.
Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, SMA
Kesatrian 2 pindah dari kampus Gajahmada ke Jalan Gajah Raya pada pada tanggal
15 Juli 2009. Tahun 2015 SMP Kesatrian 1 juga pindah dari kampus Gajahmada ke
Jalan Soekarno Hatta.
Seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan akan
proses regenerasi, pada tanggal 10 Juni 2021, Ibu Muncar Pugara Briliantina,
S.T. ditetapkan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang.
Dan sekarang .. Yayasan Pendidikan Kesatrian 67
Semarang dengan keempat unit sekolahnya siap untuk terbang menyongsong masa
depan yang cerah, mengantarkan putera-puteri bangsa meraih mimpi-mimpinya ..