Wednesday, June 7, 2023

Serat Satriatama

 

Serat Satriatama

 

Tragedi nasional, Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia, menyulut kemarahan rakyat Indonesia atas pengkhianatan dan kebiadabannya terhadap ibu pertiwi. Tidak terkecuali masyarakat Kota Semarang yang turut terusik dengan perisitiwa kelabu yang menodai sejarah panjang bangsa Indonesia. Murka warga Kota Semarang menjelma menjadi gelombang besar yang menyerang balik semua hal yang berbau komunis dan berhubungan dengan PKI, termasuk gedung sekolah “Inhwa” milik perkumpulan “Yu Yung Kong Hue” yang luluh lantak dibakar massa.

 

Di atas puing-puing sisa kemarahan rakyat, di tengah kesunyian dan gelap, Soetarto muda tergerak bangkitkan sekolah Semarang yang hancur lebur dibakar massa demi pendidikan dan masa depan anak bangsa.

 

Pada 30 April 1967, Yayasan Sekolah Semarang membubarkan diri. Sehari setelahnya, para kepala sekolah saat itu, Soesman, Suharjo Sukisno, dan Oetojo, B.Sc. menetapkan perubahan nama “Sekolah Semarang” menjadi “Sekolah Kesatrian” dengan harapan sekolah ini dapat melahirkan satria harapan bangsa, tepatnya pada tanggal 2 Mei 1967. Lahirlah sekolah “Kesatrian” untuk mengabdi di dunia pendidikan Indonesia.

 

Untuk menaungi sekolah yang sudah terbentuk, dibentuklah Yayasan Pendidikan Kesatrian pada tanggal 20 Mei 1967 yang kemudian dikukuhkan melalui akte notaris pada tanggal 29 Mei 1967 dengan Ketua Umum Bapak Letnan Kolonel RW Sugiarto.

 

Kebangkitan sekolah Kesatian dimulai dengan membangun kembali gedung sekolah yang telah hancur pada tanggal 2 Juni 1967. Setahun kemudian, Yayasan Pendidikan Kesatrian membangun 4 lokal bangunan semi permanen yang mendapatkan dukungan material penuh dari Bapak HA Soetarto Hadiwinoto.

 

Pada tanggal 9 Mei 1969, Akademi Publisistik “Diponegoro” ikut menggunakan kampus Kesatrian Gajahmada sebagai tempat aktivitas perkualiahannya.

Untuk meneguhkan penggunaan gedung di Jalan Gajahmada, Ketua Yayasan saat itu mengajukan permohonan pengukuhan gedung Yayasan Pendidikan Kesatrian kepada Pangdam Diponegoro pada tanggal 10 September 1974.

 

Kesatrian terus berkembang. Tanggal 27 April 1974, dibangun gedung 2 lantai di sebelah selatan dan pada tahun 1980 ditambah dengan gedung 2 lantai di sebelah barat untuk kelas, aula, dan fasilitas lainnya. Setahun kemudian dibangun ruang untuk BK dan kantin. Tahun berikutnya dibangun perpustakaan di lantai 2. Tahun 1983 dilakukan pengajuan status HGB atas tanah di Jalan Gajahmada Nomor 123 untuk kampus TK, SD, SMP, dan SMA Kesatrian.

Kampus makin tumbuh besar. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Kesatrian melebarkan sayapnya di Semarang bagian barat. Tanggal 22 Agustus 1983 Yayasan Pendidikan Kesatrian membeli tanah di Jalan Pamularsih Nomor 116 yang dilanjutkan dengan proses pembangunan pada tanggal 19 September dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 29 Januari 1986 untuk SMA Kesatrian. Sedangkan kampus Gajahmada digunakan untuk SD dan SMP.

 

 

Tahun 1987, Yayasan Pendidikan Kesatrian membentuk SMP Kesatrian 2 yang melakukan pembelajaran siang hari di kampus Pamularsih, sedangkan di kampus Gajahmada dinamakan SMP Kesatrian 1. Bersamaan itu pula, dibentuk pula SMA Kesatrian 2 di kampus Gajahmada, sedangkan yang di Pamularsih dinamakan SMA Kesatrian 1.

 

Di sela proses pembangunan, terjadi pergantian kepemimpinan di Yayasan Pendidikan Kesatrian. Bapak HRM Soebroto ditetapkan sebagai Ketua Umum pada tanggal 21 Februari 1984. Kemudian pada tanggal 27 Juli 1985, Bapak HA Soetarto Hadiwinoto ditetapkan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kesatrian.

 

Yayasan Pendidikan Kesatrian terus berkembang. Pada tanggal 6 September 1993 Yayasan membeli sebidang tanah di Jalan Pamularsih 96 yang dilanjutkan dengan proses pembangunan. Juli 1994 SMP Kesatrian 2 menempati lokasi baru di Jalan Pamularsih 96.

Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, SMA Kesatrian 2 pindah dari kampus Gajahmada ke Jalan Gajah Raya pada pada tanggal 15 Juli 2009. Tahun 2015 SMP Kesatrian 1 juga pindah dari kampus Gajahmada ke Jalan Soekarno Hatta.

 

Seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan akan proses regenerasi, pada tanggal 10 Juni 2021, Ibu Muncar Pugara Briliantina, S.T. ditetapkan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang.

 

Dan sekarang .. Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Semarang dengan keempat unit sekolahnya siap untuk terbang menyongsong masa depan yang cerah, mengantarkan putera-puteri bangsa meraih mimpi-mimpinya ..

 

 

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...