Salah satu kelas atau kategori kata dalam bahasa
Indonesia adalah Kata Benda atau Nomina. Nomina atau kata benda adalah kata
yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang
dibendakan.
1.
Kata Benda
Konkret
Kata benda konkret adalah kata benda yang merujuk pada
benda yang dapat dikenal atau ditangkap citranya dengan pancaindra, baik itu
penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, maupun perabaan.
Contoh: buku, wewangian, udara, kehangatan, raungan,
dan lain-lain.
2.
Kata Benda
Abstrak
Kata benda abstrak adalah kata yang merujuk pada benda yang hanya dapat dikenal dengan pikiran;
tidak dapat ditangkap citranya dengan pancaindra.
Contoh : cinta, pikiran, kemanusiaan, kesopanan,
kemarahan, kasih sayang, dan lain-lain.
Berdasarkan bentuknya, KB dapat dibagi menjadi 4,
yaitu:
1.
KB Dasar
Kata Benda Dasar adalah kata benda yang belum berubah
dari aslinya, belum mendapatkan imbuhan, belum mengalami perulangan dan
pemajemukan.
Contoh : cangkul, gigi, jalan, batu, rumah, dan
lain-lain.
2.
KB
Berimbuhan
Kata Benda Berimbuhan adalah kata benda yang dibentuk
dengan menambahkan imbuhan, baik itu awalan, sisipan, akhiran, atau imbuhan
gabung.
Contoh : pencangkul, gerigi, jalanan, batuan, perumahan,
dan lain-lain.
3.
KB Ulang
Kata Benda Ulang adalah kata benda yang dibentuk
dengan proses perulangan.
Contoh : cangkul-cangkul, bebatuan, rumah-rumahan, dan
lain-lain.
4.
KB Majemuk
Kata Benda Majemuk adalah kata benda yang dibentuk
dengan cara menggabungkan dua kata benda atau lebih dengan satu makna.
Contoh : rumah makan, batu loncatan, gigi susu, jalan
hidup, dan lain-lain.
Ciri Umum Nomina
1.
Dapat diikuti
kata ini atau itu.
2.
Dapat diperluas
dengan kata yang.
3.
Penyangkalan KB
menggunakan kata bukan, bukan … melainkan.
4.
Biasanya
menempati S, O, Pel, atau Ket.
5.
Secara leksikal
KB menyatakan makna kebendaan.
Contoh:
1.
Apel itu milik
saya.
2.
Apel yang berada
di atas meja itu milik saya.
3.
Itu bukan apel,
melainkan mangga.
4.
Itu tidak apel,
tetapi mangga)*
Pembendaan
Dari segi struktur, nomina dapat dibedakan menjadi
nomina dasar dan nomina turunan. Nomina turunan ada yang berupa nomina turunan
berimbuhan, nomina turunan berulang, dan nomina majemuk atau gabungan. Nomina
dasar adalah nomina tidak mengalami proses morofologis; dari aslinya sudah
berupa kata benda. Yang termasuk nomina dasar adalah pensil, buku, kaca, kain,
dan lain-lain . Disamping itu, ada nomina yang dibentuk dari jenis kata lain,
misalnya kata kerja atau kata sifat. Kata kerja atau kata sifat yang mengalami
proses morfologis sehingga menjadi kata benda disebut mengalami proses
pembendaan. Jadi, pembendaan adalah proses pembentukan kata benda dari
jenis kata yang lain.
Contoh:
1.
pe + manis (KS) : pemanis (KB)
2.
pe + sedap (KS) : penyedap (KB)
3.
pe + cuci (KK) : pencuci (KB)
4.
pe + cari (KK) : pencari (KB)
5.
pikir (KK) + an : pikiran (KB)
6.
asin (KS) + an : asinan (KB)
7.
puji (KK) + an : pujian (KB)
8.
hina (KS) + an : hinaan (KB)
9.
ke + mewah (KS) +
an : kemewahan (KB)
10. ke + hidup (KK) + an : kehidupan (KB)
Proses pembendaan dapat terjadi tanpa adanya proses
morfologis. Perhatikan kalimat berikut ini!
1.
Bapak sedang
mencangkul sawah.
2.
Mencangkul itu bukan pekerjaan ringan.
Berdasarkan perilaku sintaksisnya, mencangkul dalam
kalimat (1) termasuk KK karena dapat didampingi dengan kata sedang,
sedangkan mencangkul dalam kalimat (2) termasuk KB karena dapat
diikuti kata itu dan diingkarkan dengan kata bukan
meskipun kata itu tidak mengalami perubahan apa-apa.
Pelatihan
I.
Tentukan kata
berikut termasuk KB Konkret atau Abstrak!
|
No |
Kata |
K/A |
No |
Kata |
K/A |
|
1. |
Bunga |
|
6. |
Kebijaksanaan |
|
|
2. |
Bau |
|
7. |
Motivasi |
|
|
3. |
Asap |
|
8. |
Hati |
|
|
4. |
Impian |
|
9. |
Otak |
|
|
5. |
tangisan |
|
10. |
Pikiran |
|
II.
Carilah KB Dasar,
KB Berimbuhan, KB Ulang, dan KB Majemuk dari teks berikut ini!
Nomina
merupakan jenis kata yang digunakan untuk menunjukan suatu benda atau bentuk
benda baik benda abstrak maupun konkret. Benda abstrak yang dimaksud adalah
jenis benda yang wujudnya tidak ada secara fisik namun bisa dirasakan, dan
disadari memang ada. Misalnya perasaan kecewa, kekuatan, kasih sayang, cinta,
dan lain-lain. Sedangkan benda konkret adalah kebalikannya, yaitu jenis benda
yang memiliki bentuk fisik. Seperti meja, sepatu, lemari, pintu, mobil,
smartphone, sayur-sayuran, gelombang, dan lain sebagainya. Secara umum nomina
dalam suatu kalimat berperan sebagai subjek atau objek sehingga sifatnya wajib
ada dan bisa ditemukan di semua kalimat.
Sumber : https://penerbitbukudeepublish.com/kata-benda/
(dengan perubahan seperlunya)
