Sunday, October 20, 2019

Ragam Bahasa


1.      Ragam Bahasa Berdasarkan Media
a.       Ragam bahasa lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahasa yang disampaikan secara lisan. Ragam ini ditandai dengan penggunaan lafal atau pengucapan, intonasi, kosakata, penggunaan tatabahasa dalam pembentukan kata dan penyusunan kalimat.  Dalam ragam bahasa lisan terdapat dua ragam, yaitu (1) ragam baku dan (2) ragam nonbaku.
Contoh:
1)      Ragam baku
a)      Asas, andal, bus, energi, izin, imbauan, karisma, khawatir, komputer, logis, dan lain-lain.
b)      AC (ace), BBC (bebece), TV (teve), dan lain-lain.
2)      Ragam Nonbaku
a)      Bini Pak Camat bina ibu-ibu bikin kerajinan dari bambu.
b)      Di sini akan membicarakan pertumbuhan ekonomi tahun 2013.
c)      Untuk pembicara selanjutnya diharuskan memakai pakaian resmi.
d)     Di Semarang mempunyai stasiun televisi swasta.
b.      Ragam Bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang disampaikan melalui tulisan. Ragam bahasa ini lebih banyak menekankan penggunaan ragam bahasa baku, ejaan (EYD) yang baku, kosakata yang baku, bentuk kata berimbuhan, dan kalimat yang lengkap secara gramatikal. Meskipun dalam karya sastra, ragam bahasa tulis dapat tidak memenuhi syarat-syarat kebakuan tersebut.
Contoh:
1)      Isteri Pak Camat membina ibu-ibu membuat kerajinan dari bambu.
2)      Arjuna sedang menulis skripsi.
3)      Rima sedang memasak sayur di dapur pagi tadi.
4)      Seminar ini akan membahas pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.
5)      TKI yang dikirim ke luar negeri harus memiliki dokumen yang lengkap.
6)      “Entah kenapa dia gak ngerti juga pas aku ajak ngomong,” ujarnya.
2.      Ragam Bahasa Berdasarkan Waktu
a.       Ragam Bahasa Lama
Ragam bahasa lama lazim digunakan dalam penulisan naskah-naskah lama atau kuno.
Contoh:
Kolonialisme, feodal, bobot, dan lain-lain.
b.      Ragam Bahasa Modern
Ragam bahasa yang ditandai dengan kata-kata baru dan mengekspresikan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Contoh:
Internet, jaringan, daring, seluler, dan lain-lain
3.      Ragam Bahasa Berdasarkan Pesan Komunikasi
a.         Ragam Bahasa Resmi
Ragam bahasa resmi adalah bahasa yang digunakan secara resemi untuk keperluan-keperluan yang bersifat formal. Penggunaan bahasa ragam resmi ditandai dengan ketaatan menggunakan bahasa baku dalam semua aspek, pelafalaan, ejaan, kosakata, penggunaan kata dan frasa, penyusunan kalimat dan paragraf.  Jenis-jenis ragam bahasa resmi dapat dijelaskaan sebagai berikut:
1)        Ragam Bahasa Ilmiah
Ragam bahasa ilmiah adalah bahasa yang disampaikan secara efektif, efisien, baik, dan benar. Ragam bahasa ilmiah lazim digunakan untuk mengkomunikasikan proseskegiatan dan hasil  penalaran ilmiah, misalnya untuk penulisan proposal, laporan, karya tulis ilmiah, resensi, dan sebagainya.Disamping itu, ragam bahasa ilmiah juga tampak dalam bahasa lisan, misalnya pada saat presentasi makalah ilmiah, presentasi skripsi, presentasi tesis, presentasi disertasi, pidato pengukuhan guru besar, dan lain-lain. Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah adalah sebagai berikut:
a)      Struktur kalimat jelas dan bermakna lugas;
b)      Struktur wacana bersifat formal, mengacu pada standar konvensi naskah;
c)      Singkat, berisi analisis dan pembuktian, menyajikan konsep secara lengkap;
d)     Cermat dalam menggunakan unsur baku istilah/kata, ejaan, bentuk kata, kalimat, paragraf, wacana;
e)      Cermat dan konsisten menggunakan penalaran dari penentuan topik, pendahuluan, deskripsi teori, deskripsi data, hasil analisis, sampai dengan kesimpulan dan saran;
f)       Menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang ilmu tertentu;
g)      Objektif, dapat diukur kebenarannya secara terbuka oleh masyarakat umum, menghindari bentuk penilain personal, dan ungkapan subjektif;
h)      Konsisten dalam pembahasan topik, pengendalian variabel, permasalahan, tujuan, penalaran, istilah, sudat pandang, pendahuluan, landasan teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis, sampai dengan kesimpulan dan saran;
i)        Memperhatikan etika ilmiah.

Contoh:
Keputusan strategis mempunyai implikasi yang kompleks bagi kegiatan bisnis. Keputusan pembauran pelanggan dengan strategi memenangkan persaingan akan mempengaruhi keseluruhan unit kerja usaha atau divisi usaha yang lain. Semua divisi tersebut akan dipengaruhi oleh alokasi dan relokasi tanggung jawab dan pemberdayaan sumber daya yang ditimbulkan oleh suatu keputusan.
2)        Ragam Pidato Resmi
Ragam bahasa resmi adalah bahasa yang disampaikan secara lisan dalam kesempatan yang resmi, misalnya dalam acara kenegaraan, keagamaan, acara adat dan budaya, dan lain-lain. Yang termasuk ragam pidato resmi misalnya pidato kenegaraan presiden setiap tanggal 16 Agustus, khotbah, pidato resepsi pernikahan, dan lain-lain.
Contoh:
Laporan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada Presiden RI pada upacara pembukaan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta 28 Oktober 1988.
Pertama-tama, kami atas nama para peserta Kongres Bahasa Indonesia V menyatakan kegembiraan serta rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas perkenan Bapak Presiden untuk meresmikan dibukanya Kongres Bahasa Indonesia V ini di istana Negara. Hal ini sangat menjunjung martabat kongres yang penting ini dan sekaligus meletakkan tanggung jawab  pada Kongres ini agar makin bersungguh-sungguh mengerahkan segala daya upayanya untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang bermutu demi pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.
3)        Ragam Bahasa Tulis Resmi
Ragam bahasa tulis resmi adalah bahasa yang disajikan dalam bentuk tertulis untuk keperluan-keperluan yang bersifat resmi dan formal. Ragam bahasa tulis resmi ditandai oleh (1) penyajian materi/pesan yang bersifat mulia dan kebenaran yang bersifat universal, (2) penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten, (3) penggunaan bentuk lengkap, tidak disingkat, (4) penggunaan imbuhan secara eksplisit dan konsisten, (5) penggunaan kata ganti resmi, (6) penggunaan frase yang baku, (7) penggunaan ejaan yang baku.
Yang termasuk ragam bahasa tulis resmi misalnya penulisan dokumen-dokumen kenegaraan, penulisan surat perjanjian, penulisan surat izin, dan lain-lain.
4)        Ragam Bahasa Berita atau Jurnalistik
Ragam bahasa berita lazim digunakan dalam pemberiutaan melalui media elektronik, media cetak, dan jurnal. Bahasa berita menyajikan fakta secara utuh dan objektif. Untuk menjamin objektivitas berita, penyaji perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a)      tidak menambah atau mengurangi fakta yang disajikan,
b)      tidak mengubah fakta berdasarkan pendapat penyaji,
c)      tidak menambahkan tanggapan pribadi,
d)     tidak memihak kepada siapa pun,
e)      tidak menggunakan perasaan suka atau tidak suka.
Contoh:
Alonso Tak Tertarik Kembali ke McLaren
SINGAPURA – Usai direkrutnya Kimi Raikkonen oleh Ferrari untuk musim 2014 mendatang, McLaren lewat prinsipal tim Martin Whitmarsh mencoba merayu Fernando Alonso, dengan mengatakan kalau sang pembalap akan kembali bergabung pada 2014 atau 2015. Namun, Alonso menegaskan kalau dia tak berniat untuk meninggalkan Ferrari. Alonso juga mengatakan kalau dia tak memiliki masalah dengan siapapun saat membela McLaren pada 2007. Menurutnya, saat itu, pertarungan dengan Lewis Hamilton hanya merupakan bagian dari filosofi tim yang tak mengistimewakan salah satu pembalapnya untuk meraih gelar juara pada tahun tersebut.
b.        Ragam Bahasa Tidak resmi
Ragam bahasa tidak resmi terdapat dalam ragam bahasa lisan maupun tulis. Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam situasi berbahasa yang tidak resmi. Oleh karena itu, dapat dipahami ragam bahasa ini sering tidak memenuhi syarat-syarat kebakuan. Yang termasuk ragam bahasa tidak resmi adalah:
1)        Ragam Bahasa Sastra
Dalam karya sastra, baik tertulis maupun lisan, digunakan bahasa ragam tidak resmi. Ragam bahasa ini mengutamakan unsur-unsur keindahan, penulis cenderung menekankan gaya pengungkapan simbolik dengan memadukan unsur intrinsic dan ekstrinsik. Ragam bahasa satra juga ditemukan dalam bahasa iklan. Yang membedakannya dengan karya sastra adalah tujuannya. Karya sastra dibuat dengan tujuan untuk menyenangkan pembacanya atau sebagai sarana rekreasi kontemplatif, sedangkan iklan dibuat dengan tujuan untuk membujuak atau mempengaruhi pembacanya atau pendengarnya.
Contoh:
a)      Karya sastra
Pazel
                  Dua orang, laki-laki dan perempuan, masih muda, agak lusuh setelah sebuah perjalanan jauh, masing-masing dengan tas punggung besar mulai melangkah menyusuri koridor setelah menerima kunci dengan gantungan papan sederhana warna cokelat tua.
      “Yakin di sini aman?” si perempuan bertanya dengan mata menyelidik seputar.
      “Semoga saja. Yuk!” laki-laki hitam manis bertato elang di lengan kanan itu menggenggam jemari perempuan berambut cepak bercat cokelat mendekati oranye. Dua-duanya mempercepat langkah, hingga gelang-gelang perak yang hampir memenuhi lengan kiri perempuan muda yang manis itu terdengar gemerincing.
      Pintu bernomor 18 terbuka. Kamar sederhana, standar penginapan tua yang murah. Dua dipan kayu dengan kasur tertutup seprai putih dipisahkan sebuah meja telepon dan kipas angin tergantung di atasnya, kaca dan meja rias kecil, lemari kayu, jendela lebar dengan gorden putih, kamar mandi kecil dan … sebuah pintu penghubung dengan kamar sebelah sepertinya selalu terkunci.
      Yudis menurunkan ransel dan duduk pada dipan di dekat jendela. Ajeng duduk pada kasur satunya. Mereka lantas mulai membongkar barang bawaan.
      Uff .. so? What’s next?” tanya Ajeng.
      “Aku mau menghubungi ayahmu. Minta uang tebusan.”
      “Ayahku? Dia nggak bakalan peduli aku digondol setan, demit, atau genderuwo, bahkan sepertinya aku mati pun dia nggak bakal ambil pusing,” kata Ajeng perlahan, cuek. Yudis terhenyak.
      “Lantas? Kita sudah jauh-jauh sampai di sini, payah kalau sampai gagal.”
      “Satu-satunya yang bisa diharapkan cuma … my mommy.” Ajeng menenggak air mineral langsung dari botolnya.
      “Hm, begitu! Ya … nggak masalah. Ajeng tunggu di sini, jangan ke mana-mana. Aku nyari telepon umum dulu, oke?”
      Yudis menyambar botol itu, minum sedikit, lantas bergegas keluar. Tinggal Ajeng yang tercenung sendiri, masygul tanpa berkata apa-apa. Sementara itu sang mentari tetap setia memberikan kehangatan walaupun sebentar lagi akan kembali ke peraduannya. ……………………………………
                                                                                    Dari Pazel Karya Endah Sulistyorini 
b)      Iklan
DEPOSITO MERDEKA
BUNGA HINGGA 7%
BEBAS PREMI DAN JAMINAN ASURANSI 1 MILYAR
MERDDEKA !!!!
CAIR KAPAN SAJA
ü  DI KANTOR BANK MANA SJA
ü  TANPA PENALTI

2)        Ragam Santai atau Pergaulan
Dalam pergaulan atau komunikasi sehari-hari tentu tidak akan tepat apabila menggunakan ragam bahasa baku. Untuk menciptakan suasana yang akrab, komunikasi antarteman dilaksanakan dengan menggunakan bahasa ragam santai tanpa terpaku pada aturan-aturan kebahasaan yang baku. Yang termasuk penggunaan bahasa raga ini misalnya pertunjukan humor atau lawak, tanya jawab santai, percakapan dengan teman sebaya yang sudah akrab, dan lain-lain. Dalam bahasa tulis, ragam santai dapat digunakan pada saat penulisan surat cinta atau buku harian.

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...