1)
Hakikat Kata
Kata adalah satuan terkecil dari kalimat yang dapat berdiri
sendiri dan mempunyai makna. Kata-kata yang terbentuk dari gabungan huruf
atau morfem baru kita akui sebagai kata bila bentuk itu sudah mempunyai makna.
(Lahmudin Finoza). Kata ialah morfem
atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang
dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. (Kridalaksana). Satuan yang disebut kata misalnya adalah mobil, rumah, sepeda, ambil, dingin, dan kuliah. Keenam kata yang kita ambil secara acak
itu kita akui sebagai kata karena setiap kata mempunyai makna. Kita pasti akan
meragukan, bahkan memastikan bahwa adepes, libma, ninggib, haklab bukan
kata dari bahasa Indonesia karena tidak mempunyai makna.
Dari segi bentuknya kata dapat dibedakan atas dua macam,
yaitu (1) kata yang bermofem tunggal, dan (2) kata yang bermorfem
banyak. Kata yang bermorfem tunggal disebut juga kata dasar atau kata yang
tidak berimbuhan. Kata dasar pada umumnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi
kata turunan atau kata berimbuhan.
2) Kelas Kata
Kelas kata
adalah golongan kata
dalam satuan bahasa
berdasarkan kategori bentuk, fungsi, dan makna dalam sistem gramatikal.
Untuk menyusun kalimat
yang baik dan benar dengan berdasarkan pola-pola kalimat baku, pemakai bahasa haruslah
mengenal jenis dan fungsi
kelas kata terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan.
Kelas kata mempunyai beberapa fungsi penting dalam penyusunan
kalimat, diantaranya melambangkan pemikiran atau gagasan. Yang
semula hanya berupa gagasan yang bersifat abstrak, lalu bisa menjadi konkret
karena adanya kelas kata. Kemudian, kelas kata juga berfungsi untuk membentuk
macam-macam struktur kalimat serta memperjelas makna gagasan. Selain itu, kelas kata juga berfungsi sebagai pembentuk satuan makna sebuah
frasa, klausa, ataupun kalimat. Selanjutnya, kelas kata juga berperan untuk
membentuk gaya pengungkapan sehingga menghasilkan karangan yang dapat dipahami
dan dinikmati oleh orang lain, mengungkapkan berbagai jenis ekspresi,
antara lain berita,
perintah, penjelasan, argumentasi, pidato, dan diskusi. Tentunya
kelas kata juga berfungsi untuk mengungkapkan berbagai sikap, misalnya
setuju, menolak, dan menerima.
Dalam pengunaan sebuah kalimat pasti di dalamnya terdapat
untur unsur kata yang di gunakan dalam menyampaikan/memberikan suatu pendapat
ataupun informasi. Jenis kata dalam bahasa Indonesia ada sepuluh,
yaitu kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia), kata sifat (adjektiva), kata keterangan (adverbia), kata sandang (artikel), kata depan (proposisi), kata penghubung(konjungsi), kata seru (injeksi).
(a) Kata
Kerja (Verba)
Kata kerja atau disebut juga dengan verba adalah suatu kata
yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktivitas atau suatu perbuatan/kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang. Dengan kata lain kata kerja (verb) adalah kata yang
memiliki fungsi untuk menjelaskan dan menunjukkan suatu tindakan seseorang
(subjek). Lazimnya kata kerja menunjukkan sesuatu perbuatan atau keadaan
melakukan sesuatu. Contohnya,
berjalan, makan, memakan, dimakan dan sebagainya. Kata kerja terbahagi kepada,
kata kerja transitif (perbuatan melampau) dan kata kerja tak transitif
(perbuatan tidak melampau).
Ciri-ciri KK:
·
Menunjukkan suatu aktivitas atau
kegiatan
·
Dapat didahului dengan kata akan, sedang, telah.
·
Dapat diingkarkan dengan kata tidak
·
Dalam kalimat KK cenderung menduduki
fungsi P.
Contoh:
·
Makan (aktivitas makan) :
akan makan, sedang makan, telah makan, tidak makan.
·
Menulis (aktivitas menulis) : akan menulis, sedang menulis, tidak
menulis.
·
Ayah sedang menulis surat untuk nenek.
S P O K
Berdasarkan fungsi sintaktis yang
mengikutinya, kata
kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata kerja transitif dan
intransitif. Kata kerja transitif kata kerja yang membutuhkan objek (O) dalam
kalimat. Kata kerja transitif dapat dibalik (dipasifkan atau diaktifkan).
Sebaliknya, kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan
objek, melainkan membutuhkan pelengkap dalam kalimat. Kata kerja intranstif
tidak bisa dibalik.
Contoh:
·
KK Transitif : menulis x ditulis, membaca x dibaca, membakar x dibakar,
dll
·
KK Intransitif : makan, minum, pergi, berangkat, tidur, melamun, mengantuk,
dll.
Dilihat dari bentuknya, kata kerja ada empat
macam, yaitu KK bentuk
dasar, kata berimbuhan, kata majemuk, dan kata ulang.
Contoh
:
·
KK Bentuk Dasar : makan,
minum, pergi, lari, dan singgah
·
KK Bentuk Ulang :
lari-lari, makan-makan, sorak-sorai, memukul-mukul
·
KK Bentuk Majemuk : membagi rata, memukul mundur
·
KK Bentuk Berimbuhan : membaca, bernyanyi, dihadiri.
(b) Kata Benda (Nomina)
Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan
nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan (https://id.wikipedia.org/wiki/Nomina). Kata benda merujuk pada pada bentuk
suatu benda, baik yang bersifat abstrak ataupun konkret.
Ciri-ciri
KB:
·
Merujuk pada pada bentuk suatu benda
·
Dapat
diikuti kata ini atau itu
·
Dapat diperluas dengan kata yang
·
Dapat
diingkarkan dengan kata bukan
·
Dalam
kalimat KK cenderung menduduki fungsi S dan O.
Contoh:
·
Meja (benda yang berbentuk meja) : Meja ini berwarna putih.
·
Topi (benda yang berbentuk topi) : Adik memilih topi yang hitam itu.
·
Bunga (benda yang berbentuk bunga) : Yang kau bawa itu bukan bunga, melainkan
daun.
Kata benda dapat dibedakan menajdi
beberapa macam, yaitu KB Dasar, Turunan, Konkret, dan Abstrak.
·
Kata Benda Dasar yaitu kata-kata yang
yang secara nyata menunjukkan identitas suatu benda, kata ini tidak bisa
diuraikan kembali ke bentuk lainnya.
Contoh : batu,
kayu, buku, gelas, meja, kursi, televisi, dan sebagainya
·
Kata Benda Turunan yaitu kata benda
yang terbentuk karena proses afiksasi atau pengimbuhan, baik dengan kata atau afiks.
Contoh :
pembawa, gelombang, makanan, keamanan, pengaturan, permainan, dll.
·
Kata Benda Konkret, yaitu benda-benda
yang terlihat, nyata, dan bentuknya bisa dideskripsikan oleh pancaindra.
Contoh : pensil, pulpen, buku, sekolah, kursi, meja,
bangku, dll.
·
Kata Benda Abstrak, yaitu kata benda yang tidak bisa dilihat
bentuknya serta tidak bisa dideskripsikan oleh pancaindra.
Contoh : cinta,
kekecewaan, kemarahan, kemanusiaan, dll.
(c) Kata Ganti (Pronomina)
Pronomina
merupakan kata yang mengacu pada nomina lain. Pronomina juga sering disebut
dengan istilah kata ganti, yaitu kata yang menggantikan nomina lain. Dengan
demikian, pronomina memiliki fungsi yang nyaris sama dengan nomina secara
sintaksis, dimana pronomina juga bisa menduduki posisi subjek atau objek dalam
sebuah kalimat. Pronomina dalam Bahasa Indonesia terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
·
Kata
Ganti Orang
- KGO
Pertama : aku, saya, hamba, kami,
kita
- KGO Kedua : kamu, engkau, Anda, Saudara,
- KGO Ketida : dia, beliau, mereka,
·
Kata
Ganti Tunjuk: ini, itu, sini, sana, begini, begitu, sesuatu, seseorang
·
Kata
Ganti Tanya : siapa, apa, mana, mengapa, kapan, berapa,
dll
(d)
Kata Bilangan (Numeralia)
Kata bilangan adalah
kata yang di gunakan untuk menghitung banyaknya wujud, orang binatang, benda, dan konsep. Kata bilangan dapat
dibedakan jadi dua maca, yaitu Kata Bilangan Takrif dan Tak Takrif.
Kata bilanan takrif adalah kata bilangan yang men unjukkan jumlah yang pasti.
Sedangkan kata bilangan tak takrif menunjuk pada jumlah yang tidak pasti.
·
Kata Bilangan Takrif
- Kata
Bilangan Utama
ü Kata Bilangan
Penuh, yaitu kata bilangan utama yang menyatakan jumlah tertentu dan dapat
berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain.
Contoh : Satu,
dua, tiga, tujuh, sepuluh, lima puluh ribu,tiga miliar
ü Kata bilangan pecahan adalah kata
bilangan yang terdiri atas pembilang dan penyebut yang dibubuhi partikel per-
Contoh : 2/3 =
dua pertiga, ½ = satu perdua, separuh, setengah
ü Kata bilangan gugus (sekelompok
bilangan)
Contoh : Lusin
= 12, Kodi = 20, Abad = 100 tahun, Windu = 8 tahun, Gros = 144
- Kata bilangan tingkat adalah kata bilangan takrif yang
melambangkan urutan dalam jumlah dan berstruktur ke+Num.
Contoh : kesatu,
kedua, kesepuluh, keseratus, ke-50, ke-100, abad XI
·
Kata
bilangan tak takrif adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah yang tak tentu.
Contoh : Suatu,
beberapa, tiap-tiap, berbagai, segenap, sekalian, semua, seluruh, sebagian,
segala, ribuan, 20-an, dll
(e) Kata Sifat (Adjektiva)
Kata Sifat adalah kata yang di gunakan untuk
mengungkapkan sifat atau keadaan orang, binatang atau benda. Kata sifat
dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan
suatu kata.
Ciri-ciri KS:
·
Menunjukkan kuantitas, kecukupan,
urutan, kualitas, maupun penekanan
·
Dapat didampingi dengan kata lebih, amat, sangat, sekali
·
Dapat diingkarkan dengan kata tidak
·
Dalam kalimat KS cenderung menduduki
fungsi P.
Contoh:
·
KS Bentuk Dasar
- asin :
lebih asin, amat asin, sangat asin, asin sekali, tidak asin
- cerah :
lebih cerah, amat cerah, sangat cerah, cerah sekali, tidak cerah
- kecil :
Kaki anak itu kecil sekali.
S P
·
KS Turunan
- alami :
lebih alami, sangat alami, alami sekali, tidak alami
- menarik : Penyajian makanan itu sangat menarik.
S P
(f)
Kata Keterangan
Kata keterangan adalah segala bentuk kata yang menerangkan kata kerja, kata
sifat, kata bilangan, akan tetapi tidak menerangkan kata benda dan kata ganti
nama. Jenis
dan contoh kata ketarangan dapat dilihat pada uraian sebagai berikut.
·
Keterangan Waktu
Contoh :
kemarin, sekarang, besok, sebentar lagi, minggu depan, bulan lalu, tahun depan.
·
Keterangan Tempat
Contoh : di
sini, ke sana, di situ, dari mana.
·
Keterangan Modalitas, yaitu kata yang
menerangkan sikap atau suasana pembicara. Keterangan modalitas ini dapat
menyatakan suatu kepastian, kesangsian, menindakkan atau harapan.
Contoh : pasti,
tidak, semoga
·
Keterangan Aspek, yaitu kata yang
menerangkan suatu kegiatan mulai dari berlangsungnya, ketika sedang
berlangsung, atau sudah selesai.
Contoh :
o Aspek duratif : Titi sedang belajar bahasa Indonesia.
o Aspek inkoatif : Adik mulai pandai berbicara.
o Aspek perfektif : Ani sudah
selesai mengikuti ujian susulan.
·
Keterangan Kuantitas, yaitu kata
keterangan yang menerangkan tentang frekuensi atau seringnya suatu kegiatan
berlangsung dan menerangkan jumlah suatu kegiatan yang terjadi.
Contoh : Andi sering membuat kerusuhan di sekolah.
·
Keterangan Kualitas, yaitu keterangan
yang menerangkan tentang nilai atau mutu dari suatu kejadian atau kegiatan yang
berlangsung.
Contoh :
o Gadis itu sangat cantik.
o Adikmu paling pandai di kelas kami.
(g) Kata
Sandang (Artikel)
Kata
sandang adalah suatu kata yang tidak memiliki arti atau makna khusus. Kata
sandang digunakan sebagai penjelas kata benda yang diletakan sebelum kata
benda. Makna kata sandang sendiri tergantung dengan makna kata yang ada di
belakangnya.
Contoh :
·
Makna
Tunggal : sang, sri, hang, dang, hyang
·
Makna
Kelompok : para, umat, kaum
·
Makna Netral : si, yang
(h) Kata Depan (Preposisi)
Kata
depan adalah kata-kata yang secara sintaksis diletakkan sebelum kata benda,
kata kerja atau kata keterangan. Secara semantis kata depan menandakan berbagai
hubungan makna antara kata depan dan kata yang ada dibelakangnya. Jenis dan
contoh kata depan dapat dirinci sebagai berikut.
·
Kata depan penanda tempat keberadaan
dan waktu, yaitu di, pada, dalam, dan antara.
·
Kata depan penanda arah atau tempat
asal, yaitu dari
·
Kata depan penanda arah atau tempat
tujuan, yaitu ke, kepada, akan, dan terhadap
·
Kata depan penanda pelaku, yaitu oleh
·
Kata depan penanda alat atau cara,
yaitu dengan dan berkat
·
Kata depan penanda perbandingan,
yaitu daripada
·
Kata depan menunjukan suatu hal atau
permasalahan, yaitu tentang dan mengenai
·
Kata depan penanda hubungan akibat,
yaitu hingga dan sampai
·
Kata depan penanda hubungan tujuan,
yaitu untuk, buat, guna, dan bagi
(i) Kata Sambung (Konjungsi)
Kata penghubung disebut juga konjungsi (kata sambung), Kata sambung adalah kata yang menghubungkan kata
dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat
dalam sebuah paragraf. Kata penghubung dalam bahasa Indonesia berarti kata
tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat; kata dengan kata, frasa dengan frasa,
atau klausa dengan klausa. Jenis dan contoh kata sambung dapat
dirinci sebagai berikut.
·
Kata Sambung Koordinatif, yaitu konjungsi
yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat
atau setara.
Contoh:
o
penanda
hubungan penambahan misal: dan
o
penanda
hubungan pendampingan misal: serta
o
penanda
hubungan pemilihan misal: atau
o
penanda
hubungan perlawanan misal: tetapi,
melainkan
o penanda hubungan pertentangan misal:
padahal, sedangkan.
·
Kata Sambung Subordinatif
Contoh :
o
Penghubung
subordinatif atributif: yang
o
Penghubung
subordinatif tujuan: agar, supaya, biar
o
Penghubung
subordinatif syarat: jika, kalau,
jikalau, asal(kan), bila, manakala
o
Penghubung
subordinatif waktu: sejak, semenjak,
sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama,
serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai,
hingga, sampai
o
Penghubung
subordinatif pengandaian: andaikan,
seandainya, umpamanya, sekiranya
o
Penghubung
subordinatif konsesif: biar(pun),
walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun)
o
Penghubung
subordinatif pembandingan: seakan-akan,
seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada,
alih-alih.
o
Penghubung
subordinatif sebab: sebab, karena, oleh
karena, oleh sebab.
o
Penghubung
subordinatif hasil: sehingga,
sampai(sampai), maka(nya).
o
Penghubung
subordinatif alat: dengan, tanpa.
o
Penghubung
subordinatif cara: dengan, tanpa.
o
Penghubung
subordinatif komplementasi: bahwa.
o
Penghubung
subordinatif perbandingan: sama ….
dengan, lebih …. dari(pada)
(j) Kata
Seru (Interjeksi)
Interjeksi
atau kata seru adalah kata yang mengungkapkan cetusan perasaan atau
emosi. Kata seru digunakan untuk mengungkapkan perasaan dan maksud seseorang,
misalnya ah dan aduh, atau melambangkan tiruan bunyi, misalnya meong. Bentuk ini biasanya tak dapat diberi afiks dan tidak
memiliki dukungan sintaksis dengan bentuk lain. Jenis dan contoh kata seru
adalah sebagai berikut.
1) Bernada negatif : cis , cih, bah dll
2) Bernada positip : asyik, aduhai,amboi
3) Bernada keheranan : ai, lho, astaga
4) Netral : hai, he, wah
No comments:
Post a Comment