Sunday, October 20, 2019

Kelas Kata


1)      Hakikat Kata
Kata adalah satuan terkecil dari kalimat yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna. Kata-kata yang terbentuk dari gabungan huruf  atau morfem baru kita akui sebagai kata bila bentuk itu sudah mempunyai makna. (Lahmudin Finoza). Kata ialah morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. (Kridalaksana). Satuan yang disebut kata misalnya adalah mobil, rumah, sepeda, ambil, dingin, dan kuliah. Keenam kata yang kita ambil secara acak itu kita akui sebagai kata karena setiap kata mempunyai makna. Kita pasti akan meragukan, bahkan memastikan bahwa adepes, libma, ninggib, haklab bukan kata dari bahasa Indonesia karena tidak mempunyai makna.
Dari segi bentuknya kata dapat dibedakan atas dua macam, yaitu (1) kata yang bermofem tunggal, dan (2) kata yang bermorfem banyak. Kata yang bermorfem tunggal disebut juga kata dasar atau kata yang tidak berimbuhan. Kata dasar pada umumnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi kata turunan atau kata berimbuhan.
2)      Kelas Kata
Kelas kata adalah golongan kata dalam satuan bahasa berdasarkan kategori bentuk, fungsi, dan makna dalam sistem gramatikal. Untuk menyusun kalimat yang baik dan benar dengan berdasarkan pola-pola kalimat baku, pemakai bahasa haruslah mengenal jenis dan fungsi kelas kata terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan.
Kelas kata mempunyai beberapa fungsi penting dalam penyusunan kalimat, diantaranya melambangkan pemikiran atau gagasan. Yang semula hanya berupa gagasan yang bersifat abstrak, lalu bisa menjadi konkret karena adanya kelas kata. Kemudian, kelas kata juga berfungsi untuk membentuk macam-macam struktur kalimat serta memperjelas makna gagasan. Selain itu, kelas kata juga berfungsi sebagai pembentuk satuan makna sebuah frasa, klausa, ataupun kalimat. Selanjutnya, kelas kata juga berperan untuk membentuk gaya pengungkapan sehingga menghasilkan karangan yang dapat dipahami dan dinikmati oleh orang lain, mengungkapkan berbagai jenis ekspresi, antara lain berita, perintah, penjelasan, argumentasi, pidato, dan diskusi. Tentunya kelas kata juga berfungsi untuk mengungkapkan berbagai sikap, misalnya setuju, menolak, dan menerima.
Dalam pengunaan sebuah kalimat pasti di dalamnya terdapat untur unsur kata yang di gunakan dalam menyampaikan/memberikan suatu pendapat ataupun informasi. Jenis kata dalam bahasa Indonesia ada sepuluh, yaitu kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia), kata sifat (adjektiva), kata keterangan (adverbia), kata sandang (artikel), kata depan (proposisi), kata penghubung(konjungsi), kata seru (injeksi).
(a)     Kata Kerja (Verba)
Kata kerja atau disebut juga dengan verba adalah suatu kata yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktivitas atau suatu perbuatan/kegiatan yang dilakukan oleh seseorang. Dengan kata lain kata kerja (verb) adalah kata yang memiliki fungsi untuk menjelaskan dan menunjukkan suatu tindakan seseorang (subjek). Lazimnya kata kerja menunjukkan sesuatu perbuatan atau keadaan melakukan sesuatu. Contohnya, berjalan, makan, memakan, dimakan dan sebagainya. Kata kerja terbahagi kepada, kata kerja transitif (perbuatan melampau) dan kata kerja tak transitif (perbuatan tidak melampau).
Ciri-ciri KK:
·         Menunjukkan suatu aktivitas atau kegiatan
·         Dapat didahului dengan kata akan, sedang, telah.
·         Dapat diingkarkan dengan kata tidak
·         Dalam kalimat KK cenderung menduduki fungsi P.
Contoh:
·         Makan (aktivitas makan)               : akan makan, sedang makan, telah makan, tidak makan.
·         Menulis (aktivitas menulis)           : akan menulis, sedang menulis, tidak menulis.
·         Ayah sedang menulis surat untuk nenek.
   S                P               O            K

Berdasarkan fungsi sintaktis yang mengikutinya, kata kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata kerja transitif dan intransitif. Kata kerja transitif kata kerja yang membutuhkan objek (O) dalam kalimat. Kata kerja transitif dapat dibalik (dipasifkan atau diaktifkan). Sebaliknya, kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek, melainkan membutuhkan pelengkap dalam kalimat. Kata kerja intranstif tidak bisa dibalik.
Contoh:
·         KK Transitif          : menulis x ditulis, membaca x dibaca, membakar x dibakar, dll
·         KK Intransitif       : makan, minum, pergi, berangkat, tidur, melamun, mengantuk, dll.
Dilihat dari bentuknya, kata kerja ada empat macam, yaitu KK bentuk dasar, kata berimbuhan, kata majemuk, dan kata ulang.
Contoh :
·         KK Bentuk Dasar             : makan, minum, pergi, lari, dan singgah
·         KK Bentuk Ulang             : lari-lari, makan-makan, sorak-sorai, memukul-mukul
·         KK Bentuk Majemuk       : membagi rata, memukul mundur
·         KK Bentuk Berimbuhan   : membaca, bernyanyi, dihadiri.

(b) Kata Benda (Nomina)
Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan (https://id.wikipedia.org/wiki/Nomina). Kata benda merujuk pada pada bentuk suatu benda, baik yang bersifat abstrak ataupun konkret.
Ciri-ciri KB:
·         Merujuk pada pada bentuk suatu benda
·         Dapat diikuti kata ini atau itu
·         Dapat diperluas dengan kata yang
·         Dapat diingkarkan dengan kata bukan
·         Dalam kalimat KK cenderung menduduki fungsi S dan O.
Contoh:
·         Meja (benda yang berbentuk meja)           : Meja ini berwarna putih.
·         Topi (benda yang berbentuk topi)             : Adik memilih topi yang hitam itu.
·         Bunga (benda yang berbentuk bunga)      : Yang kau bawa itu bukan bunga, melainkan daun.
Kata benda dapat dibedakan menajdi beberapa macam, yaitu KB Dasar, Turunan, Konkret, dan Abstrak.
·         Kata Benda Dasar yaitu kata-kata yang yang secara nyata menunjukkan identitas suatu benda, kata ini tidak bisa diuraikan kembali ke bentuk lainnya.
Contoh : batu, kayu, buku, gelas, meja, kursi, televisi, dan sebagainya
·         Kata Benda Turunan yaitu kata benda yang terbentuk karena proses afiksasi atau pengimbuhan, baik  dengan kata atau afiks.
Contoh : pembawa, gelombang, makanan, keamanan, pengaturan, permainan, dll.
·         Kata Benda Konkret, yaitu benda-benda yang terlihat, nyata, dan bentuknya bisa dideskripsikan oleh pancaindra.
Contoh :  pensil, pulpen, buku, sekolah, kursi, meja, bangku,  dll.
·         Kata Benda  Abstrak, yaitu kata benda yang tidak bisa dilihat bentuknya serta tidak bisa dideskripsikan oleh pancaindra.
Contoh : cinta, kekecewaan, kemarahan, kemanusiaan, dll.

(c)   Kata Ganti (Pronomina)
            Pronomina merupakan kata yang mengacu pada nomina lain. Pronomina juga sering disebut dengan istilah kata ganti, yaitu kata yang menggantikan nomina lain. Dengan demikian, pronomina memiliki fungsi yang nyaris sama dengan nomina secara sintaksis, dimana pronomina juga bisa menduduki posisi subjek atau objek dalam sebuah kalimat. Pronomina dalam Bahasa Indonesia terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
·         Kata Ganti Orang
  • KGO Pertama : aku, saya, hamba, kami, kita
  • KGO Kedua   : kamu, engkau, Anda, Saudara,
  • KGO Ketida   : dia, beliau, mereka,
·         Kata Ganti Tunjuk: ini, itu, sini, sana, begini, begitu, sesuatu, seseorang
·         Kata Ganti Tanya : siapa, apa, mana, mengapa, kapan, berapa, dll

(d) Kata Bilangan (Numeralia)
Kata bilangan adalah  kata yang di gunakan untuk menghitung banyaknya wujud, orang binatang, benda, dan konsep. Kata bilangan dapat dibedakan jadi dua maca, yaitu Kata Bilangan Takrif dan Tak Takrif. Kata bilanan takrif adalah kata bilangan yang men unjukkan jumlah yang pasti. Sedangkan kata bilangan tak takrif menunjuk pada jumlah yang tidak pasti.
·         Kata Bilangan Takrif
  • Kata Bilangan Utama
ü  Kata Bilangan Penuh, yaitu kata bilangan utama yang menyatakan jumlah tertentu dan dapat berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain.
Contoh : Satu, dua, tiga, tujuh, sepuluh, lima puluh ribu,tiga miliar
ü  Kata bilangan pecahan adalah kata bilangan yang terdiri atas pembilang dan penyebut yang dibubuhi partikel per-
Contoh : 2/3 = dua pertiga, ½ = satu perdua, separuh, setengah
ü  Kata bilangan gugus (sekelompok bilangan)
Contoh : Lusin = 12, Kodi = 20, Abad = 100 tahun, Windu = 8 tahun, Gros = 144
  • Kata bilangan tingkat adalah kata bilangan takrif yang melambangkan urutan dalam jumlah dan berstruktur ke+Num.
Contoh : kesatu, kedua, kesepuluh, keseratus, ke-50, ke-100, abad XI
·         Kata bilangan tak takrif adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah yang tak tentu.
Contoh : Suatu, beberapa, tiap-tiap, berbagai, segenap, sekalian, semua, seluruh, sebagian, segala, ribuan, 20-an, dll

(e)    Kata Sifat (Adjektiva)
            Kata Sifat adalah kata yang di gunakan untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, binatang atau benda. Kata sifat dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata.
Ciri-ciri KS:
·           Menunjukkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan
·           Dapat didampingi dengan kata lebih, amat, sangat, sekali
·           Dapat diingkarkan dengan kata tidak
·           Dalam kalimat KS cenderung menduduki fungsi P.
Contoh:
·         KS Bentuk Dasar
  • asin                  : lebih asin, amat asin, sangat asin, asin sekali, tidak asin
  • cerah                : lebih cerah, amat cerah, sangat cerah, cerah sekali, tidak cerah
  • kecil                 : Kaki anak itu kecil sekali.
  S                 P
·         KS Turunan
  • alami                : lebih alami, sangat alami, alami sekali, tidak alami
  • menarik           : Penyajian makanan itu sangat menarik.
          S                          P
(f)   Kata Keterangan
Kata keterangan adalah segala bentuk kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, akan tetapi tidak menerangkan kata benda dan kata ganti nama. Jenis dan contoh kata ketarangan dapat dilihat pada uraian sebagai berikut.
·         Keterangan Waktu           
Contoh : kemarin, sekarang, besok, sebentar lagi, minggu depan, bulan lalu, tahun depan.
·         Keterangan Tempat
Contoh : di sini, ke sana, di situ, dari mana.
·         Keterangan Modalitas, yaitu kata yang menerangkan sikap atau suasana pembicara. Keterangan modalitas ini dapat menyatakan suatu kepastian, kesangsian, menindakkan atau harapan.
Contoh : pasti, tidak, semoga
·         Keterangan Aspek, yaitu kata yang menerangkan suatu kegiatan mulai dari berlangsungnya, ketika sedang berlangsung, atau sudah selesai.
Contoh :
o   Aspek duratif        : Titi sedang belajar bahasa Indonesia.
o   Aspek inkoatif      : Adik mulai pandai berbicara.
o   Aspek perfektif     : Ani sudah selesai mengikuti ujian susulan.
·         Keterangan Kuantitas, yaitu kata keterangan yang menerangkan tentang frekuensi atau seringnya suatu kegiatan berlangsung dan menerangkan jumlah suatu kegiatan yang terjadi.
Contoh : Andi sering membuat kerusuhan di sekolah.
·         Keterangan Kualitas, yaitu keterangan yang menerangkan tentang nilai atau mutu dari suatu kejadian atau kegiatan yang berlangsung.
Contoh :
o   Gadis itu sangat cantik.
o   Adikmu paling pandai di kelas kami.

(g)   Kata Sandang (Artikel)
            Kata sandang adalah suatu kata yang tidak memiliki arti atau makna khusus. Kata sandang digunakan sebagai penjelas kata benda yang diletakan sebelum kata benda. Makna kata sandang sendiri tergantung dengan makna kata yang ada di belakangnya.
Contoh :
·         Makna Tunggal     : sang, sri, hang, dang, hyang
·         Makna Kelompok : para, umat, kaum
·         Makna Netral        : si, yang

(h)   Kata Depan (Preposisi)
            Kata depan adalah kata-kata yang secara sintaksis diletakkan sebelum kata benda, kata kerja atau kata keterangan. Secara semantis kata depan menandakan berbagai hubungan makna antara kata depan dan kata yang ada dibelakangnya. Jenis dan contoh kata depan dapat dirinci sebagai berikut.
·         Kata depan penanda tempat keberadaan dan waktu, yaitu  di, pada, dalam, dan antara.
·         Kata depan penanda arah atau tempat asal, yaitu  dari
·         Kata depan penanda arah atau tempat tujuan, yaitu  ke, kepada, akan, dan terhadap
·         Kata depan penanda pelaku, yaitu oleh
·         Kata depan penanda alat atau cara, yaitu  dengan dan berkat
·         Kata depan penanda perbandingan, yaitu  daripada
·         Kata depan menunjukan suatu hal atau permasalahan, yaitu tentang dan mengenai
·         Kata depan penanda hubungan akibat, yaitu hingga dan sampai
·         Kata depan penanda hubungan tujuan, yaitu untuk, buat, guna, dan bagi

(i)    Kata Sambung (Konjungsi)
Kata penghubung disebut juga konjungsi (kata sambung), Kata sambung adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf. Kata penghubung dalam bahasa Indonesia berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat; kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. Jenis dan contoh kata sambung dapat dirinci sebagai berikut.
·         Kata Sambung Koordinatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara.
Contoh:
o   penanda hubungan penambahan misal: dan
o   penanda hubungan pendampingan misal: serta
o   penanda hubungan pemilihan misal: atau
o   penanda hubungan perlawanan misal: tetapi, melainkan
o   penanda hubungan pertentangan misal: padahal, sedangkan.
·         Kata Sambung Subordinatif
Contoh :
o   Penghubung subordinatif atributif: yang
o   Penghubung subordinatif tujuan: agar, supaya, biar
o   Penghubung subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala
o   Penghubung subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai
o   Penghubung subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya
o   Penghubung subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun)
o   Penghubung subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
o   Penghubung subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
o   Penghubung subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
o   Penghubung subordinatif alat: dengan, tanpa.
o   Penghubung subordinatif cara: dengan, tanpa.
o   Penghubung subordinatif komplementasi: bahwa.
o   Penghubung subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada)

(j)   Kata Seru (Interjeksi)
            Interjeksi atau kata seru adalah  kata yang mengungkapkan cetusan perasaan atau emosi. Kata seru digunakan untuk mengungkapkan perasaan dan maksud seseorang, misalnya ah dan aduh, atau melambangkan tiruan bunyi, misalnya meong. Bentuk ini biasanya tak dapat diberi afiks dan tidak memiliki dukungan sintaksis dengan bentuk lain. Jenis dan contoh kata seru adalah sebagai berikut.
1)      Bernada negatif : cis , cih, bah dll
2)      Bernada positip : asyik, aduhai,amboi
3)      Bernada keheranan : ai, lho, astaga
4)      Netral  : hai, he, wah

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...