Sunday, October 20, 2019

Arti dan Fungsi Bahasa


A.      Arti Bahasa
Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Sistem tersebut mencakupi unsur-unsur sebagai berikut; (1) sistem lambang yang bermakna dan dapat dipahami oleh masyarakat pemakainya, (2) bersifat konvensional yang ditentukan oleh masyarakat pemakainya berdasarkan kesepakatan, (3) bersifat arbitrer yang digunakan secara berulang dan tetap, (4) bersifat terbatas tetapi produktif, (5) bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan lambang bahasa lain, 6) dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat universal.

B.       Fungsi Bahasa
1.        Bahasa sebagai sarana komunikasi
Manusia tidak dapat hidup seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhannya, setiap orang memerlakukan kerja sama dengan orang lain. Hubungan satu orang dengan orang lain terjalin dengan baik melalui kegiatan komunikasi.  Banyak cara yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, tetapi bahasalah yang  menjadi sarana utama untuk berkomunikasi. Bahkan dapat dikatakan, fungsi utama sebuah bahasa adalah untuk berkomunikasi dalam berbagai lingkungan pemakainya dalam bentuk komunikasi keluarga, komunikasi sosial, komunikasi kerja, komunikasi bisnis, komunikasi ilmiah, dan lain-lain.
Keberhasilan sebuah komunikasi antarpemakai bahasa adalah adanya kesepahaman antara komunikator dan komunikan. Apa yang ditangkap oleh lawan tutur harus sama dengan apa yang disampaikan oleh penutur.  Apabila terdapat ketidaksamaan pemahaman atas informasi yang disampaikan, itu menunjukkan kegagalan di dalam berkomunikasi. Itulah yang menjadi alasan mengapa syarat-syarat bahasa harus disepakati bersama oleh semua pemakai bahasa tertentu sehingga tidak akan terjadi salah pengertian di antara pemakai bahasa tersebut.
2.        Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi
Intergrasi adalah proses penyatuan berbagai hal yang berbeda-beda menjadi satu. Bahasa sebagai sarana integrasi berkaitan dengan kedudukannya sebagai bahasa nsional dan bahasa negara. Sebagai bahasa nasional suatu bahasa dapat dijadikan sebagai alat pemersatu dan alat komunikasi antarpenduduk  di wilayah suatu negara. Disamping itu, bahasa dapat menjadi lambang identitas nasional yang dapat dikenali oleh masyarakat pemakai dan masyarakat di luar pemakai bahasa itu. Bahasa juga dapat memberikan kebanggaan jati diri pemakainya. Sebagai bahasa negara, suatu bahasa berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di sekolah, alat komunikasi tingkat nasional, dan alat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.
Proses integrasi membutuhkan penyesuaian atau adaptasi. Dari keberagaman latar belakang, ketika sebuah bangsa menyatakan sebagai satu bangsa yang mempunyai satu bahasa nasional, maka dibutuhkan kesediaan diri untuk melebur perbedaan itu menjadi satu bangsa yang satu. Proses penyesuaian juga terjadi ketika pemakai bahasa menggunakan bahasa dalam konteks tertentu. Ketika penutur menggunakan bahasa untuk keperluan berbelanja di pasar tentu dia tidak akan menggunakan bahasa ragam ilmiah. Begitu juga ketika seorang kondektur mempersilakan penumpangnya naik bus tentu dia tidak menggunakan bahasa ragam baku.
3.      Bahasa sebagai kontrol sosial
Bahasa sebagaikontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing-masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol-simbol  lain yang menunjukkan arah komunikasi. Wujud nyata bahasa sebagai alat kontrol berupa saran, kritik, nasihat, petunjuk, tegur sapa, dan sebagainya.
4.         Bahasa sebagai sarana memahami diri dan orang lain
     Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakatnya, kecerdasannya, kemampuan intelektualnya, kemauannya, temperamennya, dan sebagainya. Pengungkapan atas semua yang ada pada diri seseorang pasti dilakukan melalui bahasa.
         Pemahaman atas diri orang lain juga harus melalui sarana bahasa. Apa yang diungkapkan oleh orang lain tentang potensi dirinya, karakter, dan semua ciri khusus tentang dirinya dapat dipahami melalui bahasa yang digunakannya. Jadi, bahasa dalam hal ini berfungsi sebagai jembatan untuk saling memahami karakter penutur maupun lawan tutur.
5.      Bahasa sebagai sarana ekspresi diri
         Apa yang dirasakan seseorang dapat dipahami oleh orang lain melalui bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan perasaannya itu. Bahasa sebagai  alat ekspresi dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan dari tingkat yang paling sederhana sampai ke tingkat yang paling kompleks. Ekspresi sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar, kecewa, sedih, dan lain-lain. Tingkat ekspresi yang kompleks ditunjukkan dengan kemampuan menggunakan bahasa untuk menulis proposal, menulis laporan, menulis publikasi ilmiah, menulis desain produk, dan lain-lain.
6.      Bahasa sebagai sarana untuk mengungkapkan suasana lingkungan sekitar
         Apa yang kita lihat, kita dengar, kita tangkap melalui panca indera kita dari lingkungan sekitar kita dapat dirasakan juga oleh orang lain melalui bahasa yang kita gunakan untuk mengungkapkan persepsi kita tentang lingkungan sekitar kita. Lingkungan yang dimaksud di sini tidak sekadar lingkungan fisik yang kasat mata, tetapi juga lingkungan nonfisik yang melingkupinya.
7.      Bahasa sebagai sarana berpikir kritis
         Berpikir kritis adalah proses yang bersifat abstrak. Untuk itu diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret. Bahasa dalam hal ini tidak sekadar sebagai sarana untuk menyampaikan pemikiran, tetapi juga penghasil pemikiran, konsep, atau ide.
         Kemampuan berpikir logis memungkinkan seseorang dapat berpikir induktif, deduktif, sebab akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh, runtut, dan konseptual. Kemampuan berpikir semacam itu sangat diperlukan oleh orang yang berkecimpung di bidang akademisdan keilmuan.
8.      Bahasa membangun karakter
         Kemampuan berbahasa yang efektif, logis, sistematis, lugas, jelas, dan mudah dipahami merupakan refleksi kecerdasan. Kemampuan ini mempengaruhi seseorang dalam memahami informasi dalam berbahasa serta kecepatan dalam menanggapi informasi. Ketika menyampaikan informasi pun dibutuhkan kemampuan berbahasa yang efektif dan sistematis. Kemampuan berbahasa ini akan menjadi karakter yang melekat pada diri pemakai bahasa apabila bisa dilaksanakan dengan konsisten dan berkesinambungan.
9.      Bahasa mengembangkan profesi
         Profesi seseorang tidak akan bisa berkembang apabila tidak disertai dengan kemampuan berbahasa yang baik. Bahasa dalam hal ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan dirinya kepada orang lain. Keterampilan seseorang akan lebih berkembang apabila disertai dengan kemampuan berbahasa yang baik. Bahkan dalam hal-hal tertentu, bahasa dapat digunakan sebagai profesi, misalnya menjadi pengarang, penyair, atau penulis buku, dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...