Wednesday, October 23, 2019

Stilistika Drama

Sumber Gambar : https://www.dreamstime.com
Naskah drama sebagai salah satu karya sastra mempunyai unsur-unsur  yang sama dengan karya sastra  pada umumnya, terutama karya prosa,  yakni alur, tema, dan penokohan. Namun, naskah drama mempunyai karakteristik yang tidak dipunyai karya sastra lain, yaitu dapat dipentaskan. Naskah drama dapat dibedakan dengan bentuk-bentuk lainnya terutama karena karya ini harus dapat disajikan kembali di atas pentas. Naskah drama dibuat tidak sekadar untuk dibaca, melainkan dipertunjukkan sebagai tontonan. Drama akan dapat dinikmati secara total  apabila dipentaskan.
Bahasa dalam suatu karya sastra adalah alat yang digunakan pengarang untuk menuangkan imajinasi dan kreativitasnya. Makna sebuah karya sastra dapat digali dan ditelusuri melalui bahasa yang digunakannya. Dengan demikian, pemakaian gaya bahasa dan diksi sangat menentukan penyampaian makna suatu karya sastra. Pemakaian gaya bahasa itu meliputi bunyi, rangkaian bunyi, kata, rangkaian kata, frase hingga kalimat yang dipilih dan digunakan dengan seksama. Hal-hal  itu dapat menggugah simpati atau empati pembaca (Sukesti, 2003:141). Selain itu, gaya bahasa mempunyai fungsi estetis atau sebagai variasi untuk menghindari kebosanan.
Budi Ros atau Budi Yuwono adalah salah satu penulis naskah drama yang kenyang pengalaman di Teater Koma. Darah seninya muncul ketika semasa kanak-kanak ia sering diajak nonton wayang olah bapaknya. “FestovalTopeng” adalah salah satu karyanya yang sangat dipengaruhi oleh darah Jawanya karena banyak menggunakan kata-kata bahasa Jawa dan ideom-ideom Jawa. Pandangan tentang nilai-nilai hidup, pertentangan batin antara perbuatan baik dan buruk tercermin dalam naskah drama yang ditulisnya itu. Selain itu, naskah drama tersebut banyak mengungkapkan masalah sosial yang terjadi di masyarakat, sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut dari pendekatan stilistika.
Stilistika ialah ilmu yang menyelidiki bahasa yang digunakan dalam karya sastra dan penerapan linguistik pada penelitian gaya bahasa (Kridalaksana, 1982:157). Dengan kata lain stilistika adalah ilmu tentang gaya (bahasa). Stilistika itu sesungguhnya tidak hanya merupakan studi gaya bahasa dalam kesusastraan, tetapi juga dalam bahasa pada umumnya. Analisis stilistika secara umum dilakukan sebagai upaya untuk menggali totalitas makna karya sastra dan analisis secara khusus yang mencoba melihat gaya bahasa bagian perbagian.
Gaya bahasa ialah pemanfaatan kekayaan bahasa oleh seorang penutur dalam bertutur atau menulis, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek tertentu pula, dan keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra (Kridalaksana, 1982:49-50; Mas, 1990:13-14; Suwondo, 2003:151-152). Junus yang merujuk pada pendapat Enkvist (1989:4), menyatakan bahwa gaya adalah bungkus yang membungkus inti pemikiran yang telah ada sebelumnya; pilihan antara berbagai-bagai pernyataan yang mungkin; sekumpulan ciri pribadi;  penyimpangan norma atau kaidah; sekumpulan ciri kolektif; dan hubungan antarsatuan bahasa yang dinyatakan dalam teks yang lebih luas daripada kalimat.
Dengan demikian, stilistika adalah cara yang memanfaatkan aspek-aspek linguistik untuk mengkaji atau melakukan kritik terhadap karya sastra. Hubungan itu tercipta karena stilistika mengkaji wacana sastra dengan orientasi linguistik. Stilistika mengkaji cara sastrawan dalam menggunakan unsur dan kaidah bahasa serta efek yang ditimbulkan oleh penggunaannya itu. Stilistika meneliti ciri khas penggunaan bahasa dalam wacana sastra, ciri yang membedakannya dengan wacana nonsastra, dan meneliti deviasi terhadap tata bahasa sebagai sarana literer. Dengan kata lain, stilistika meneliti fungsi puitik bahasa (Sudjiman, 1993:3; Suwondo, 2003:152).
Secara umum, lingkup telaah stilistika mencakupi diksi atau pilihan kata (pilihan leksikal), struktur kalimat, majas, citraan, pola rima dan matra yang digunakan seorang sastrawan atau yang terdapat dalam karya sastra (Sudjiman, 1993:13-14). Menurut Suwondo yang merujuk pada pendapak Pradopo, aspek-aspek bahasa yang ditelaah dalam studi stilistika meliputi intonasi, bunyi, kata, dan kalimat sehingga lahirlah gaya intonasi, gaya bunyi, gaya kata, dan gaya kalimat (2003:152).

Daftar Pustaka
Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Sudjiman, Panuti. 1993. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Sukesti, Restu. 2003. ‘’Cerpen Derabat Karya Budi Darma: Analisis Stilistika’’ dalam Widya Parwa.Yogyakarta: Pusat Bahasa – Departemen Pendidikan Nasional.
Suwondo, Tirto. 2003. Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta : Hanindita.

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...