Dalam Bahasa Indonesia terdapat empat bidang tata bahasa modern yaitu fonologi, morfologi,
sintaksis, dan semantic. Berikut ini uraian empat bidang tatabahasa itu.
1.
Fonologi
Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya. Fonologi diartikan sebagai kajian bahasa
yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap
manusia. Bidang kajian fonologi adalah bunyi bahasa sebagai satuan terkecil
dari ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku kata.
Asal kata fonologi, secara harfiah terdiri dari gabungan kata fon (yang berarti bunyi)
dan logi (yang berarti ilmu). Dalam khazanah bahasa Indonesia, istilah
fonologi merupakan turunan kata dari bahasa Belanda, yaitu fonologie. Fonologi
terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu Fonetik dan Fonemik. Fonologi berbeda dengan
fonetik. Fonetik
mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau
dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama
yang berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa. Dengan kata lain, fonetik adalah bagian fonologi yang
mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa
diproduksi oleh alat ucap manusia. Sementara itu, Fonemik adalah bagian fonologi yang
mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.
Ada 3 (tiga) unsur penting ketika organ ucap manusia
memproduksi bunyi atau fonem, yaitu:
·
udara - sebagai penghantar bunyi,
·
artikulator - bagian alat ucap yang bergerak, dan
·
titik artikulasi (disebut juga artikulator pasif) - bagian alat ucap yang
menjadi titik sentuh artikulator.
Ada beberapa istilah lain yang berkaitan dengan fonologi,
antara lain: fona, fonem, vokal, dan konsonan. Fona
adalah bunyi ujaran yang bersifat netral atau masih belum terbukti membedakan
arti, sedangkan fonem adalah satuan bunyi ujaran terkecil yang membedakan arti.
Variasi
fonem karena pengaruh lingkungan yang dimasuki disebut alofon. Gambar atau
lambang fonem dinamakan huruf. Jadi, fonem berbeda dengan huruf. Variasi ini
terdiri atas vokal, konsonan, diftong
(vokal rangkap), dan kluster (konsonan rangkap).
Vokal adalah fonem yang dihasilkan dengan
menggerakkan udara keluar tanpa rintangan. Dalam bahasa, khususnya bahasa
Indonesia, terdapat huruf vokal. Huruf vokal merupakan huruf-huruf yang dapat berdiri tunggal dan
menghasilkan bunyi sendiri. Huruf vokal terdiri atas a, i, u,
e, dan o. Huruf vokal sering pula disebut huruf hidup.
Konsonan adalah fonem yang dihasilkan dengan
menggerakkan udara keluar dengan rintangan. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan
rintangan adalah terhambatnya udara keluar oleh adanya gerakan atau perubahan
posisi artikulator. Konsonan diwujudkan dalam bentuk huruf konsonan, yaitu huruf-huruf yang tidak dapat berdiri tunggal dan
membutuhkan keberadaan huruf vokal untuk menghasilkan bunyi. Huruf konsonan
terdiri atas: b, c, d, f, g, h, j,
k, l, m, n, p, q, r, s,
t, v, w, x, y, dan z. Huruf konsonan
sering pula disebut sebagai huruf mati.
Diftong adalah gabunan dua vocal yang dianggap sebagai satu
fonem. Yang termasuk diftong adalah au, ai, dan oi. Sedangkan kluster adalah
gabungan konsonan yang dianggap sebagai satu konsonan. Yang termasuk kluster
adalah sy, kh, ng, ny, dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment