Sunday, October 20, 2019

Fungsi Sintaksis


Fungsi sintaksis pada hakikatnya adalah ”tempat” atau ”laci” yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu (Manaf, 2009:34). Wujud fungsi sintaksis adalah subjek (S), prediket (P), objek (O), pelengkap (Pel.), dan keterangan (ket). Tidak semua kalimat harus mengandung semua fungsi sintaksis itu. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan prediket, sedangkan unsur lainnya, yaitu objek, pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini.
a)      Subjek
Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain, yaitu prediket.
Ciri-ciri subjek adalah sebagai berikut:
·         Dalam kalimat normal, S selalu berada di awal atau ditulis sebelum predikat (P);
·         S dapat ditentukan dengan menggunakan kata tanya apa atau siapa;
·         Dalam kalimat transitif, S akan menjadi O apabila kalimatnya dipasifkan atau diakifkan;
·         Berupa kata atau frasa benda (nomina);
·         Dapat diserta kata ini atau itu;
·         Dapat disertai pewatas yang;
·         Tidak didahului preposisi di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dan lain-lain;
·         Tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan.
Contoh:
a.       Ayah membaca koran di teras.
    S         P            O    Ket. Tempat
b.  Koran dibaca  Ayah Tuti di halaman belakang sore tadi.
          S        P            O              Ket. Tempat         Ket. Waktu
c.  Meja kayu ini akan dijual di pasar.
                          S                     P       Ket. Tempat

b)      Predikat
Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek.
Ciri-cirinya:
·         Dalam kalimat normal, P selalu berada di belakang S atau ditulis setelah S.
·         P dapat berupa KK, KB, KS, K Bil atau frasa kerja, benda, sifat, atau bilangan.
·         Dapat dicari dengan pertanyaan: Apa pekerjaan atau perbuatan S, bagaimana keadaan S, berapa jumlah S-nya.
Contoh:
a.       Adik sedang mengerjakan tugas di kamar.
S                   P                      O    Ket. Tempat
b.      Ayahnya penjahit.
       S           P
c.       Anak itu sangat pandai.
      S               P
d.      Kambingnya enam ekor.
         S                P


c)      Objek
Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. Objek dapat dikenali dengan melihat verba transitif pengisi predikat yang mendahuluinya.
Ciri-cirinya:
·         Dalam kalimat transitif yang normal, O selalu berada di belakang P atau ditulis setelah P.
·         O akan menjadi S apabila kalimatnya dipasifkan atau diaktifkan.
·         O hanya terdapat pada kalimat transitif.
Contoh:
a.       Semua siswa membawa bahan prakarya dari rumah.
          S                P                  O             Ket. Tempat
b.      Kelas itu sudah dibersihkan Pak Parsana.
      S                    P                      O
c.       Ibu membelikan ayah sepotong sarung di pasar Johar.
       S            P           O             Pel.             Ket. Tempat

d)       Pelengkap
Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi, mengkhususkan objek, dan melengkapi struktur kalimat. Pelengkap (pel.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat.
Ciri-cirinya:
·         Pel. mengikuti P dalam kalimat intransitif.
·         Pel. tidak bisa menjadi S.
·         Pel. Tidak berpindah tempat meskipun kalimatnya bisa dibalik.
·         Biasanya berupa KB atau frasa benda.
Contoh:
a.       Orang itu berjualan batik.
       S             P        Pel.
b.      Adik bertemu temannya di sekolah.
   S         P          Pel.       Ket. tempat     
c.       Bunga membawakan Kumbang secangkir kopi tadi malam.
          S              P                 O              Pel.             Ket. Waktu

e)      Keterangan
Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambahan dalam kalimat.
Ciri-cirinya:
·         Mobilitasnya tinggi (bisa berada di mana saja)
·         Biasanya menggunakan kata depan
Jenis-jenis Keterengan:
a.       Keterangan Tempat ( di, ke)
b.      Keterangan Waktu ( ketika, saat, tatkala )
c.       Keterangan Alat ( dengan )
d.      Keterangan Tujuan ( agar, supaya )
e.       Keterangan Cara ( dengan, sambil, sembari, seraya )
f.       Keterangan Penyerta ( dengan, bersama )
g.      Keterangan Perbandingan ( seperti, bagai )
h.      Keterangan Sebab ( karena, sebab)
i.        Keterangan Kesalingan ( dengan )

 4)      Intonasi Kalimat

Sebuah klausa yang sama, artinya terdiri dari unsur segmental yang sama, dapat manjadi kalimat deklaratif atau kalimat interogatif hanya dengan mengubah intonasinya. Kalau konstituen dasar kalimat dapat diuraikan atas segmen-segmennya berdasarkan ciri morfologi dan sintaksis, intonasinya dapat diuraikan atas ciri-cirinya yang berupa tekanan, tempo, dan nada. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu arus ujaran.

No comments:

Post a Comment

Alat Transportasi Populer

  Transportasi merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Transportasi adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan atau pengangkut...