Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen
dasar, yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila
diperlukan, dan disertai dengan intonasi final. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan
kesatuan pikiran (Widjono:146). Kalimat
adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan
cara lisan maupun tulisan.
1)
Ciri-ciri
Kalimat
(1) Satuan bahasa yang terbentuk atas
gabungan kata dengan kata, gabungan kata dengan frasa, atau gabungan frasa
dengan frasa, yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung
satu subjek dan prediket, baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit;
(2) Satuan bahasa itu didahului oleh
suatu kesenyapan awal, diselingi atau tidak diselingi oleh kesenyapan antara
dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final, yaitu intonasi
berita, tanya, intonasi perintah, dan intonasi kagum.
Dalam bahasa tulis, kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital, diselingi atau tidak diselingi tanda koma (,), titik dua (:), atau titik koma (;), dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).
Dalam bahasa tulis, kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital, diselingi atau tidak diselingi tanda koma (,), titik dua (:), atau titik koma (;), dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).
(3) Sekurang-kurangnya terdiri dari atas
subjek dan prediket. Predikat transitif disertai objek, prediket intransitif
dapat disertai pelengkap.
(4) Mengandung pikiran yang utuh.
(5) Mengandung urutan logis, setiap kata
atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, prediket, objek, dan
keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya.
(6) Mengandung satuan makna, ide, atau
pesan yang jelas.
(7) Dalam paragraf yang terdiri dari dua
kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang
saling berhubungan.
2)
Macam kalimat
(1) Kalimat Inti dan Kalimat Noninti
Kalimat inti yaitu kalimat yang dibentuk dari
klausa inti lengkap, bersifat deklaratif, aktif atau netral, dan afirmatif.
Contoh :
Adik membaca komik.
Kalimat noninti yaitu kalimat yang dibentuk dari
kalimat inti yang telah mengalami proses transformasi, seperti pemasifan,
pengingkaran, penginversian, dll.
Contoh : Adik
tidak membaca komik. (pemasifan)
(2) Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk
Kalimat tunggal yaitu kalimat yang hanya terdiri atas satu
klausa.
Contoh : Nenekku masih cantik.
Kalimat
majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa. Kalimat majemuk
dibedakan atas kalimat majemuk koordinatif dan kalimat majemuk subordinatif.
Kalimat majemuk koordinatif yaitu kalimat majemuk yang klausa-klausanya
memiliki status yang sama, setara,atau sederajat, dan secara eksplisit
dihubungkan dengan konjungsi koordinatif, seperti dan, atau, tetapi, lalu.
Contoh : Adik menangis dan kakak tersenyum.
Kalimat majemuk subordinatif yaitu
kalimat majemuk yang hubungan antara klausaklausanya tidak setara, terdiri atas
klausa atasan dan klausa bawahan, yang dihubungkan oleh konjungsi subordinatif,
seperti kalau, ketika, meskipun, karena.
Contoh: Kakek menangis karena nenek pergi.
(3) Kalimat Mayor dan Kalimat Minor
Kalimat
minor memiliki klausa yang tidak lengkap, mungkin hanya terdiri atas subjek
saja, predikat saja, objek saja atau predikat saja.
Contoh: Sedang makan,
Sedangkan kalimat mayor memiliki
klausa yang lengkap, setidaknya terdirir atas subjek dan predikat.
Contoh : Adik
sedang makan.
(4) Kalimat Verbal dan Kalimat Nonverbal
Kalimat Verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata
atau frase verba.
Contoh: Adik menyiram bunga.
Kalimat nonverbal adalah kalimat
tang predikatnya bukan berupa kata atau frase verba, bisa nominal, adjektifal,
adverbial, atau numeral.
Contoh: Uangnya lima juta
(5) Kalimat Bebas dan Kalimat Terikat
Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai posisi untuk menjadi
ujaran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan
kalimat atau konteks lain yang menjelaskannya. Kalimat terikat adalah kalimat
yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap, atau menjadi pembuka
paragraf atau wacana tanpa bantuan konteks.
Contoh:
Sekarang di Riau amat sukar mencari
terubuk (1). Jangankan ikannya, telurnya pun
sangat sukar diperoleh (2). Kalau
pun bisa diperoleh, harganya melambung selangit
(3). Makanya, ada kecemasan
masyarakat nelayan di sana bahwa terubuk yang
spesifik itu akan punah (4).
Kalimat (1) adalah kalimat bebas tanpa harus diikuti kalimat (2),(3),(4).
Kalimat
tersebut sudah dapat menjadi ujaran lengkap yang dapat
dipahami. Sedangkan
kalimat (2), (3), (4) disebut kalimat terikat karena
kalimat-kalimat tersebut tidak
dapat berdiri sendiri.
No comments:
Post a Comment