Beberapa waktu yang
lalu, Mas Erwan, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Semarang, menyampaikan
pertanyaan yang cukup menggelitik. Yang benar itu Tahun Ajaran atau Tahun
Pelajaran? Saat ini dunia pendidikan menggunakan istilah Tahun Pelajaran untuk merujuk masa atau
periode belajar mengajar selama satu tahun. Sebelumnya digunakan istilah Tahun Ajaran, lalu diganti dengan Tahun Pelajaran. Tetapi, maaf saya
pribadi tidak tahu alasan penggantiannya.
Menurut saya Tahun Pelajaran termasuk frasa
ideomatis, bukan frasa gramatikal. Frasa ideomatis adalah frasa yang merujuk
pada konsep atau makna khusus, sedangkan frasa gramatikal adalah gabungan dua
kata atau lebih yang memunculkan makna gramatikal. Frasa rumah sakit dan ruang makan
termasuk frasa ideomatis karena gabungan dua kata itu merujuk pada satu konsep
atau makna khusus. Meskipun bermakna khusus, makna frasa tersebut dapat dirunut dari makna kata-kata
yang digunakan untuk membentuknya. Rumah
sakit dapat diartikan sebagai rumah yang digunakan untuk merawat orang
sakit. Ruang makan adalah ruang yang
digunakan untuk makan. Lain dengan frasa orang
sakit atau orang makan. Gabungan orang dan sakit memunculkan makna gramatikal yang. Orang sakit dapat
diartikan orang yang sakit. Begitu juga dengan orang makan (orang yang makan). Frasa tersebut sepadan dengan topi paman (topi milik paman), apel manis
(apel yang manis), buku baru (buku yang baru), dan lain-lain.
Kembali ke Tahun Pelajaran. Tepatkah? Atau harus
menggunakan Tahun Ajaran. Apabila
disepakati Tahun Pelajaran dan Tahun Ajaran sebagai frasa ideomatis,
sebenarnya kata apa saja bisa digunakan karena makna frasa ideomatis muncul
berdasarkan kesepakatan psikologis para pemakai bahasa. Kata Pelajaran, Ajaran, Belajar, atau Mengajar bisa digunakan untuk
mendampingi kata Tahun untuk
membentuk frasa yang bermakna periode belajar-mengajar selama satu tahun itu. Tetapi,
paling tidak pembentukan frasa ideomatis tetap harus menggunakan kata-kata yang
paling dekat maknanya dengan makna frasa yang dimaksud. Seperti yang sudah saya
sampaikan di atas, Tahun Pelajaran dan
Tahun Ajaran yang dimaksud merujuk
pada suatu masa atau periode satu tahun untuk belajar-mengajar beserta segala
sesuatu yang yang berkaitan dengan PBM, materi pelajaran, buku pelajaran,
penilaian, ujian, dan lain-lain. Lalu kita harus menggunakan yang mana?
Bila digunakan
istilah Tahun Belajar, muncul kesan
seolah-olah tahun itu hanya berkaitan dengan proses belajar anak. Begitu pula
bila digunakan istilah Tahun Mengajar
akan memunculkan kesan seolah-olah tahun itu hanya berkaitan dengan proses
mengajar guru saja. Bagaimana dengan Tahun
Pelajaran? Pelajaran secara umum diartikan sebagai mata pelajaran atau
sesuatu yang dipelajari, bukan proses. Apabila yang dimaksud adalah tahun yang
berkaitan dengan proses belajar-mengajar, Tahun
Pelajaran menjadi kurang tepat. Menurut saya akan lebih tepat bila digunakan
istilah Tahun Pembelajaran.
Pembelajaran adalah proses membelajarkan anak. Pengertian ini agak dekat dengan
konsep Tahun Pelajaran yang selama
ini kita pahami meskipun proses belajarnya lebih dominan dibanding proses
mengajar atau aktivitas yang lain. Lalu
bagaimana dengan Tahun Ajaran? Jujur
saja saya pribadi belum menemukan kaitan yang pas antara kata ajaran dengan tahun yang dimaksud. Ajaran, sesuai dengan pemahaman saya,
adalah sesuatu yang diajarkan, nasihat, atau petunjuk. Ini makin sempit maknanya
bila digunakan untuk mendampingi kata tahun
dengan maksud periode belajar-mengajar tadi.
Apabila Tahun Pembelajaran terlalu panjang atau
kurang pas mewakili konsep yang dimaksud,
mungkin perlu dipertimbangkan penggunaan istilah Tahun Ajar. Sekali lagi, istilah ini bermakna ideomatis. Tahun merujuk pada masa atau periode
satu tahun. Kata ajar merujuk pada
segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar dengan semua tetek bengek-nya. Saya kira ini sepadan
dengan frasa musim tanam, tutup tahun,
materi ajar, tolok ukur, pola pikir, dan frasa-frasa sejenis lainnya. Musim tanam merujuk pada satu masa atau
kurun waktu untuk menanam suatu jenis tanaman. Kita tidak menggunakan istilah musim menanam, musim penanaman, tetapi
cukup musim tanam saja.
Mohon maaf .. itu pendapat
saya. Anda akan menggunakan yang mana? Apa saja boleh kok asalkan kita tahu alasan penggunaannya.
Semarang, 26 Juli
2020

No comments:
Post a Comment